Belajar, Hidup, Berbagi – Pendidikan yang Menghubungkan Benua

Minggu ketiga sekaligus terakhir dari program pertukaran kami sepenuhnya berfokus pada pendidikan – dipahami dalam arti yang luas: saling belajar, menemukan perspektif baru, dan merefleksikan pengalaman yang telah dijalani. Setelah dua minggu yang intens dengan tema kemitraan dan kesehatan, kini kami mendalami bagaimana pendidikan, partisipasi, dan tanggung jawab dijalankan di kedua negara – di sekolah, jemaat, dan kehidupan sehari-hari.
Pendidikan sebagai Kunci Perubahan
Hari Senin dimulai dengan kunjungan ke Weltladen Nürtingen. Dalam percakapan tentang perdagangan yang adil, para tamu kami belajar bagaimana masyarakat di sini berkomitmen untuk kondisi produksi yang lebih adil – dan mereka pun berbagi pengalaman dari Indonesia. Gagasan utama yang menyatukan: pendidikan menumbuhkan kesadaran, dan kesadaran membawa perubahan.
Selasa penuh semangat: para pria mengikuti kegiatan “Bizeps und Bibel” di Gereja Oberensingen, dimulai dengan olahraga ringan dan renungan singkat. Sementara itu, para wanita berdiskusi tentang tema “Anak, Karier, dan Dapur” – tentu saja dengan membandingkan perbedaan antara Indonesia dan Jerman. Setelah memasak bersama, kami melanjutkan perjalanan ke Stuttgart, mengunjungi Kinder- und Jugendhaus Hallschlag. Dalam pertemuan dengan Kilian Wörz dari Stuttgarter Jugendhaus gGmbH dan para pemuda Indonesia yang sedang menjalani pelatihan di sana, tercipta percakapan yang menarik tentang pendidikan, peluang belajar, dan pertukaran antarbudaya.
Sekolah, Pekerjaan, dan Tanggung Jawab yang Dihidupi
Rabu pagi kami mengunjungi Mörikeschule Nürtingen, sebuah sekolah di kawasan dengan tantangan sosial tinggi. Pertemuan dan dialog dengan kepala sekolahnya sangat menginspirasi – pendidikan di tengah keterbatasan, namun dijalankan dengan semangat dan hati yang besar.
Setelah itu kami mengunjungi Diakonieladen Nürtingen dan Tagestreff, tempat kami melihat kasih dalam tindakan nyata. Di sini tampak jelas bagaimana pendidikan dan pekerjaan sosial berjalan berdampingan, membuka harapan dan peluang baru bagi banyak orang.
Kamis membawa kami ke dunia kerja: di perusahaan Vogel di Oberboihingen, kami mendapat wawasan tentang proses produksi, pelatihan, dan budaya perusahaan. Sore harinya kami melanjutkan ke peternakan Kemmner di Unterensingen, di mana keberlanjutan, produksi pangan, dan pendidikan berpadu secara nyata.
Malamnya kami berkumpul untuk makan malam dan evaluasi – waktu untuk mengenang kembali tiga minggu terakhir, berbagi kesan, dan merencanakan langkah ke depan.
Perpisahan dengan Rasa Syukur
Jumat kami menuju Karlsruhe. Setelah mengunjungi istana dan pusat kota, para tamu berkesempatan melihat rumah tinggal bagi penyandang disabilitas – pengalaman yang menyentuh dan memperluas wawasan.
Perjalanan dilanjutkan dengan kunjungan singkat ke Outlet Center dan makan malam di rumah Tiny di Muggensturm, di mana kami disambut dengan penuh keramahan.
Sabtu kami pergi ke Heidelberg, destinasi terakhir bersama, sebelum malamnya menikmati suasana Krautfest di Echterdingen – hari yang melelahkan sekaligus penuh sukacita.
Minggu pagi kami merayakan kebaktian distrik di Gereja Kota Nürtingen (St. Laurentius). Malamnya, dalam acara perpisahan di Zizishausen, banyak tawa, lagu, dan ucapan terima kasih terdengar.
Itu adalah momen yang mengharukan – menyadari bahwa tiga minggu ini telah meninggalkan jejak: di hati kami, dalam kemitraan kami, dan dalam pemahaman kami satu sama lain.
Senin pagi, pukul 6.30, tiba saatnya berpisah. Bus menuju Bandara München berangkat, membawa para tamu kami pulang ke Sulawesi – dengan banyak kesan, persahabatan baru, dan keinginan untuk meneruskan apa yang telah dialami.
Tiga minggu yang luar biasa ini berakhir – penuh pertemuan, pertukaran, dan pembelajaran.
Dengan tema besar Kemitraan, Kesehatan, dan Pendidikan, kami semakin menyadari apa yang sungguh menyatukan kami: iman, persahabatan, dan harapan untuk membangun masa depan yang lebih baik bersama.


Deutsch
Bahasa Indonesia